DUMAI (jejakriau.com) – Aksi turun lapangan (turlap) Satgas Pangan Dumai terkait lonjakan harga “Minyakita” menuai kritik pedas. Langkah tersebut dinilai tidak menyentuh akar masalah dan justru memicu kesenjangan di kalangan pedagang pasar rakyat.
Kritik keras ini disampaikan oleh Ketua Pengawas Koperasi Jasa Jaya Sejahtera Pedagang, Arnawadi. Menurutnya, alih-alih terus melakukan inspeksi konvensional ke pasar, Satgas Pangan seharusnya mengubah konsep pergerakan dengan memburu dalang utama di ruang digital.
“Turun ke pasar itu bagus untuk stabilitas harga, tapi jangan mengintervensi pedagang kecil. Konsepnya yang salah. Sepatutnya libatkan Diskominfo untuk memutus mata rantai jaringan jual beli online ilegal yang non-pajak,” tegas Arnawadi, Jumat (15/5/2026).
Arnawadi juga mempertanyakan fungsi pengawasan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Dumai yang terkesan pasif terhadap maraknya transaksi ilegal daring yang merusak harga pasar konvensional.
“Lagian ngapain aja kerja Diskominfo selaku pengendali sistem resmi pemerintahan? Apakah hanya duduk diam di kantor? Pantau, awasi, dan jika ada temuan jual beli online ilegal yang mengancam ekonomi daerah, langsung blokir!” cetusnya.
Di tengah situasi ini, pihak koperasi justru bergerak cepat dengan mengamankan jalur distribusi resmi langsung dari produsen. Arnawadi membeberkan bahwa pihaknya telah mengantongi *Delivery Order* (DO) dari perusahaan *refinery* lokal sebanyak 800 dus minyak goreng yang dipasok dua kali seminggu.
“Semua alokasi kami bagi rata secara setara demi keseimbangan bisnis pedagang tempatan. Ini bisnis murni, tidak bisa instan seperti hujan yang langsung membasahi semua tempat,” jelasnya.
Ke depan, koperasi menargetkan kuota minimal 2 *Weighbridge* (WB) dari setiap perusahaan penyulingan di Dumai untuk didistribusikan ke pasar-pasar di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Menutup keterangannya, Arnawadi menyelipkan pesan mendalam bagi rekan sesama pedagang agar tetap menjaga integritas di tengah persaingan yang tidak sehat.
“Bintang tidak perlu berteriak untuk membuktikan ia bersinar. Tetaplah menjadi baik dalam diam, karena ketulusan tidak butuh panggung untuk diakui,” pungkasnya.
Jangan Kayak Emak-emak Belanja, Kejar yang Online Ilegal!**
Harga Minyakita di Dumai makin gak sesuai HET, tapi aksi Satgas Pangan yang hobi turlap malah dikritik pedagang. Ketua Koperasi Pedagang, Arnawadi, minta pemerintah gak cuma obrak-abrik pedagang kecil, tapi gandeng Diskominfo buat blokir pasar online ilegal.
( Redaksi)




