Anggaran Kemitraan Media Rp300 Juta Tidak Transparan, Kinerja Diskominfotik Rohil Disorot Tajam

Bagansiapiapi, jejakriau.com — Kinerja dan profesionalisme Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotik) Rokan Hilir (Rohil) mendapat sorotan tajam dari kalangan jurnalis lokal.

Hal ini menyusul adanya sikap saling lempar tanggung jawab (pingpong birokrasi) oleh pejabat dinas saat dimintai transparansi terkait alokasi anggaran kerja sama media online sebesar Rp300 juta.

Aksi mempertanyakan transparansi ini dimotori oleh sejumlah awak media bersama Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Rohil. Mereka menilai pembagian porsi anggaran kemitraan tidak adil dan cenderung melecehkan profesi jurnalis lokal yang aktif beroperasi di wilayah Rokan Hilir.

Persoalan ini bermula pada Senin (13/7/2026), saat perwakilan media mendatangi Kantor Diskominfotik Rohil. Kehadiran mereka diterima oleh Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Diskominfotik rohil Kabid Selamat didampingi stafnya, Erwan.

Alih-alih mendapatkan kejelasan mengenai regulasi dan skala prioritas untuk media lokal, Selamat enggan memberikan penjelasan detail dan mengarahkan media untuk langsung menemui Kepala Dinas.

“Langsung saja ke Kadis,” ujar Selamat singkat saat itu.

Upaya konfirmasi berlanjut hingga Jumat (17/7/2026), saat awak media akhirnya berhasil menemui Kepala Dinas (Kadis) Diskominfotik Rohil H.Mursal S.H. Bukannya memberikan solusi konkret, Kadis Kominfo justru kembali melempar tanggung jawab dengan mengarahkan media untuk bertanya ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta menyuruh kembali menemui PPTK dan Sekretaris Dinas.

Di tengah kebuntuan konfirmasi tersebut, Kadis Kominfo Rohil melontarkan pernyataan mengejutkan dengan mengaku ingin berhenti dari jabatannya saat ini.

Sikap defensif dan pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari perwakilan jurnalis di lokasi. Mereka menilai hal itu sebagai cerminan ketidakmampuan memimpin lembaga yang seharusnya menjadi corong informasi publik.

“Sangat miris melihat birokrasi sekelas Kominfo saling lempar informasi seperti ini. Jika memang merasa tidak sanggup lagi mengemban amanah sebagai Kadis Kominfo Rohil, memang jauh lebih terhormat dan lebih baik untuk segera mengundurkan diri dari jabatan tersebut,” tegas salah satu perwakilan media di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret atau penjelasan resmi dari pihak Diskominfotik Rohil terkait kejelasan formulasi anggaran kemitraan media online tersebut. (Tim).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *