BATHIN SOLAPAN,(Jejakriau.com)— Sejumlah tokoh masyarakat, ulama, dan aktivis menghadiri Forum Silaturahmi Badan Pelaksana Pembentukan Otonomi Daerah Baru Riau Bagian Pesisir (BPDOB-RB) bersama tokoh masyarakat Duri dan sekitarnya pada Minggu pagi (30/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pondok Pesantren Hubbul Wathan, Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
Acara silaturahmi ini dihadiri oleh tokoh Riau Buya Hamka, Ketua BPDOB-RB Datuk Normansyah Abdul Wahab, Wakil Ketua Zaki Ulumuddin, Dewan Pertimbangan Sanusi, S.H., M.H., serta unsur insan pers dan tamu undangan lainnya.
Acara diawali dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Buya Hamka Riau. Dalam penyampaiannya, Buya Hamka menekankan pentingnya kekompakan, kesiapan finansial, serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mewujudkan pembentukan daerah otonomi baru.
“Saya pada dasarnya mendukung rencana ini dan menyambut baik. Namun perlu diingat, kekompakan dan kebersamaan perlu ditingkatkan, begitu juga dengan finansial yang cukup,” ujar Buya Hamka. Beliau menambahkan bahwa perjuangan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan kerja keras, namun hal tersebut tidak boleh menjadi penghambat semangat perjuangan.
Senada dengan hal tersebut, Dewan Pertimbangan BPDOB-RB, Sanusi, S.H., M.H. (Yung Sanusi), menggarisbawahi bahwa konsolidasi ke berbagai daerah seperti Dumai, Rokan Hilir, dan Bengkalis telah berjalan dengan baik. Menurutnya, potensi potensi daerah seperti sektor kemaritiman, hasil alam, dan statusnya sebagai kawasan Objek Vital Nasional (OVN)—menjadi poin strategis yang patut diperhitungkan pemerintah pusat.
“Ada tiga hal utama yang perlu kita ingat dalam perjuangan ini, yaitu pendekatan sosial kepada masyarakat, pendekatan politik, dan pendekatan ekonomis,” jelas Yung Sanusi.
Sementara itu, Ketua BPDOB-RB Datuk Normansyah Abdul Wahab menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari aspirasi untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pihaknya terus menggalang dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dan lapisan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Bengkalis, pemaparan naskah akademik oleh Tim Ahli, serta ditutup dengan sesi tanya jawab bersama para peserta forum.
(Abdul Karim)






