Driver Maxim Bagansiapiapi Keluhkan Dugaan Manipulasi Order, Minta Manajemen Audit Sistem

Bagansiapiapi,( Jejakriau.com)–Rabu,29 Juli 2026  Sejumlah mitra pengemudi (driver) Maxim di Bagansiapiapi mengeluhkan dugaan praktik manipulasi order yang diduga melibatkan oknum yang memiliki akses terhadap sistem administrasi. Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah driver mengaku mengalami hilangnya order secara tiba-tiba, terkena Penolakan Tugas Otomatis (PTO), hingga pemotongan saldo yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari beberapa driver, order yang semula telah diterima tiba-tiba menghilang dari aplikasi. Tidak lama kemudian, akun mereka justru tercatat terkena PTO meskipun mengaku tidak pernah menolak pesanan.

“Order sudah masuk ke akun saya, tetapi beberapa saat kemudian hilang. Setelah dicek, akun saya justru terkena PTO. Kami menduga order tersebut dialihkan ke akun driver lain,” ujar salah seorang driver yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Para driver menilai kondisi tersebut berdampak pada penurunan performa akun, berkurangnya peluang memperoleh order, serta menurunnya pendapatan harian. Mereka meminta perusahaan melakukan penelusuran terhadap dugaan pengalihan order yang diduga terjadi melalui akses administrasi.

Selain itu, sejumlah driver juga melaporkan dugaan perubahan status order yang sebelumnya telah dibatalkan oleh pelanggan. Mereka mengaku order yang tidak pernah dijalankan tiba-tiba berubah status menjadi “selesai”, sehingga sistem secara otomatis memotong saldo akun driver.

“Kami tidak menjalankan order karena customer sudah membatalkan. Namun beberapa saat kemudian status order berubah menjadi selesai dan saldo kami terpotong. Kami tidak pernah menyelesaikan perjalanan tersebut,” ungkap driver lainnya.

Atas kejadian tersebut, para driver meminta manajemen Maxim melakukan investigasi menyeluruh, termasuk audit terhadap riwayat pengalihan order, perubahan status perjalanan, serta mekanisme pemotongan saldo pada akun mitra pengemudi. Mereka juga berharap perusahaan meningkatkan transparansi terkait pihak-pihak yang memiliki kewenangan mengakses sistem administrasi serta memperketat pengawasan terhadap penggunaan akses tersebut.

Para driver menegaskan, apabila hasil investigasi nantinya menemukan adanya pelanggaran oleh oknum tertentu, perusahaan diharapkan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku serta memulihkan hak-hak driver yang dirugikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak manajemen Maxim Bagansiapiapi maupun manajemen Maxim Indonesia terkait dugaan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Maxim maupun pihak terkait lainnya sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *